
Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah, khususnya di tingkat rumah tangga dan desa. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menerapkan teknologi pengolahan sampah yang telah dikembangkan oleh BRIN maupun sejumlah kampus.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10). Menurutnya, Presiden menaruh perhatian khusus terhadap persoalan sampah yang hingga kini menjadi tantangan di Indonesia dan sejumlah negara berkembang lainnya.
“Saat ini BRIN diminta kolaborasi dengan Mendiktisaintek dalam rangka memberdayakan kampus untuk masuk ke desa-desa membantu menyelesaikan masalah sampah dengan teknologi yang dimiliki oleh BRIN dan juga oleh sejumlah kampus,” kata Arif.
Ia menjelaskan, BRIN telah memiliki teknologi pengolahan sampah yang dapat diterapkan pada berbagai skala, mulai dari rumah tangga, desa, dan kecamatan hingga tingkat kota. Teknologi tersebut akan didorong agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

Arif menambahkan, Presiden mengarahkan agar teknologi pengolahan sampah yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga dan desa segera diimplementasikan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, BRIN diharapkan dapat memperkuat penerapan inovasi di masyarakat sekaligus mendorong penanganan sampah dari sumbernya.

No Comments