
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus mendorong perluasan pasar bagi UMKM, khususnya sektor wastra dan kerajinan, melalui partisipasi dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI).

Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan keikutsertaan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar sekaligus membangun jejaring bisnis.
“Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis,” kata Achris di Denpasar, Sabtu (22/8).
Selain memperluas pasar domestik, BI Bali juga mendorong agar pelaku UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun global. Hal ini penting terutama bagi produk wastra dan kerajinan Bali yang memiliki karakteristik budaya serta nilai ekonomi kreatif yang kuat.

Dalam program tersebut, BI Bali memberikan ruang kepada 45 UMKM binaan untuk memamerkan produk mereka secara daring melalui laman resmi KKI. Pemanfaatan kanal digital tersebut diharapkan dapat mempertemukan produk UMKM Bali dengan konsumen dan calon mitra bisnis yang lebih luas.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pentingnya digitalisasi pemasaran bagi UMKM, sehingga produk lokal tidak hanya bergantung pada pasar fisik, tetapi dapat menjangkau konsumen secara lebih luas, termasuk peluang pasar nasional dan internasional.

No Comments